Karya ini merupakan naskah suntingan teks (tahkik) berjudul Hidāyat al-Mubtadī li-Mas’alat al-Muqtadī karya Syamsuddin ad-Dajani (1071 H/1660 M). Sunting ini disusun oleh Ari Abdi Widodo sebagai bentuk penyelamatan dan pelestarian warisan intelektual (turats) Islam.
Naskah ini mengkaji secara mendalam hukum-hukum salat berjamaah menurut madzhab Syafi’i, khususnya mengenai tata cara, syarat, serta posisi makmum (muqtadi). Pembahasannya merangkum berbagai problematika praktis jamaah—seperti perbedaan hukum makmum muwafiq dan masbuq, syarat niat i’timam, batas kedahuluan (sabq) makmum atas imam, hingga prosedur mengatasinya jika terjadi kekeliruan. Selain itu, karya ini menguraikan perdebatan fiqh mutakhir, khususnya pandangan Imam Ibn Hajar al-Haitami dan Imam Syamsuddin ar-Ramli.
Keunggulan karya ini terletak pada penyajian materinya yang sistematis dan ringkas sehingga mudah dipahami oleh pembelajar tingkat pemula (mubtadi’). Tahkik ini dihadirkan dengan standar ilmiah untuk menjaga keotentikan teks klasik dari kesalahan salin.











Ulasan
Belum ada ulasan.